30 September, 2008

hidup oleh iman

Hidup oleh iman
Galatia 3:11-14;Mazmur 112:7

"Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena : "Orang yang benar akan hidup oleh iman ( Galatia 3:11)
Ketika seseorang melahap hidangan di sebuah restoran favorit, ia tidak akan berpikir bahwa koki yang membuat masakannya itu akan meracuni dia. Dengan lahap ia menghabiskan setiap hidangan yang sudah dipesannya. Mengapa begitu ? Karena dia percaya penuh kepada restoran itu, sehingga ia tidak perlu lagi bertanya apalagi mencurigai kalau-kalau ada racun di dalam masakan itu.

Iman kepada Allah adalah menaruh sepenuhnya kepercayaan kita kepadaNya. Apapun yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita pasti mendatangkan kebaikan kepada orang-orang yang mengasihiNya. Ia juga tidak pernah membuat kita celaka asalkan kita tetap menaruh percaya kepadaNya. Bahkan Firman Tuhan berkata, " ...Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" ( 1 Korintus 2:9 ).

Ketika Petrus diperintahkan Tuhan untuk berjalan di atas air ( Matius 14:22-23) ternyata Petrus benar-benar dapat berjalan di atas air, tetapi oleh karena bimbang, dan karena melihat situasi sekitarnya karena angin semilir, maka tenggelamlah dia. Dan Firman Tuhan katakan, "Segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata : "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang ?" ( MAtius 14:31)

Hidup dengan iman berarti harus menguasai setiap aspek hidup orang percaya. Sehingga dalam hal apapun yang dilakukannya, semuanya berdasar kepada Tuhan. Dalam berusaha, dalam bekerja, belajar atau apapun kegiatannya kita harus melandaskan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Supaya saat tantangan dan rintangan datang, kita tetap percaya kepadaNya dan menjadi pemenang. Firman Tuhan berkata, "Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan" (Mazmur 112:7).


sumber : warta Bethany no 37

No comments: